Untuk saham yang hari sebelumnya mentok ke batas auto reject dan di FC mendapat point 10, maka perlu juga diwaspadai adanya profit taking terutama pada saham gorengan.Happy Cuan....
FengChart "The Art of Day Trading" - Stock Picking - Belajar Saham - Trading Psikologi - Prediksi Saham - Analisa Saham
Untuk saham yang hari sebelumnya mentok ke batas auto reject dan di FC mendapat point 10, maka perlu juga diwaspadai adanya profit taking terutama pada saham gorengan.
Signal dari Chart FC sehari sebelumnya menunjukkan beberapa saham yang sesuai dengan yang di tunjukkan, seperti yang sedang bagus META, JPFA, PNBN, PTPP dan yang tidak sesuai seperti INCO, AALI, LSIP.... meskipun pada awalnya seperti JPFA yang menguat, tapi setelah indeks menunjukkan pelemahan maka memicu trader untuk profit taking meskipun masih ditutup positif. AALI, LSIP, INCO yang angkanya 10 juga terseret juga oleh profit taking sehingga ditutup merah. Yang perlu dicermati apakah profit taking tersebut dilakukan oleh Big Player (istilahnya Bandar atau disingkat BD) atau retailer (trader individual) bisa diprediksi dari volume yang terjadi. Seperti JPFA, ada indikasi kalau BD sedang memulai profit taking dan perlu hati hati. Pada jam perdagangan juga kita bisa melihat bagaimana saham gorengan seperti TIRT menjebak retailer seperti juga BHIT di hari hari sebelumnya. Ini semua adalah pola distribusi dalam Siklus Saham yang perlu dipelajari oleh trader retailer untuk dapat survive dalam trading dan tidak "kejebak" melulu.
Sekali lagi, harap berhati hati dengan saham gorengan karena pembalikan arah sangat cepat dalam hitungan detik. Terutama saham dengan harga dibawah 100 atau kapitalisasi yang rendah karena sangat mudah dikendalikan. Lain halnya dengan BC, sangat jarang BD sendirian mengendalikannya, karena biayanya akan sangat mahal dan butuh kapital yang tidak main main, sehingga proses mark-up/mark-down juga harus didukung partisipasi market. Untuk itu BD biasanya menggunakan rumors dan news sebagai katalisatornya. Saham BC memang kenaikannya tidak seperti saham Gorengan yang bisa langsung melejit mendekati Auto Reject atas, tapi sebaliknya juga bisa berbalik mendekati Auto Reject bawah. Cukup mengerikan bukan? Sebagai trader biasa akan lebih aman jika menghindar dari jenis saham begini dan fokus ke saham BC biarpun kenaikannya tidak sebesar saham gorengan, tapi dalam jangka panjang akan terlihat hasilnya lebih profitable.
Menurut FengChart, masih saham saham gorengan yang menunjukkan volatilitas tinggi. Terutama saham jenis gorengan harus dipantau terus dan jika terjadi "longsor" seperti hari Senin pada BHIT dan hari Rabu pada MYRX ataupun saham saham lainnya maka harus secepatnya "out of the market" karena resikonya cukup besar terutama kalau dilihat dari price history nya sudah jauh meninggalkan bottom. Misalnya JPRS yang meskipun score nya 10 (max), tapi kalau ada "profit taking" bisa longsor juga kalau partisipasi market tidak banyak. Untuk mengenali pergerakan saham jenis gorengan, interpretasi pada Candlestick dan Volume harus dimengerti. Harus disadari juga jika interpretasi tersebut tidak akan pernah merupakan sesuatu yang PASTI, namun paling tidak memberikan "kemungkinan" yang lebih besar sehingga kita lebih sering berada di sisi yang benar dan tidak melawan market.
